KUPUJI TUHAN SELAMANYA Bacaan Mazmur 146 : 1 - 10.
Nats Mazmur 146 : 2. Saudara-saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,
Ada orang yang hidup sekedar hidup misalnya terpaksa mengemis, mengamen, melacur. Ada orang yang hidup demi kesenangan misalnya judi, mabuk-mabukan, main perempuan, menikmati dugem (dunia gemerlap). Ada orang yang hidup untuk bekerja, dari pagi sampai pagi lagi waktunya habis untuk bekerja. Ada orang yang hidup demi kekuasaan. Dan masih banyak lagi pilihan-pilihan hidup manusia seperti di atas. Namun demikian ada satu pilihan hidup yang ideal yaitu hidup untuk Tuhan seperti yang diungkapkan pemazmur dalam Mazmur 146:1-10.
Dari pilihan hidup pemazmur ini (yaitu hidup untuk Tuhan) dan berdasar ayat 2 sebagai nats kita, ada 2 sisi yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Fokus kehidupan adalah Tuhan.
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,
Pemazmur berkeyakinan bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya harapan hidup dan keselamatannya. Tidak ada satupun kekuatan atau kekuasaan di dunia ini yang dapat menyamai Tuhan. Kekuasaan Tuhan nampak sejak diciptakanNya jagad raya, serta pemeliharaanNya dalam hidup manusia. Fondasi iman yang dibangun pemazmur untuk memfokuskan hidupnya pada Tuhan setidaknya terlihat dalam 2 asalan, yaitu:
a. Alasan manusiawi.
Ayat 3-4: “Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya”. Pemazmur menyadari bahwa para bangsawan (yang tentunya mempunyai kekuasaan) tidak dapat mendatangkan kebahagiaan dalam hidupnya. Pemazmur menyadari bahwa tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang dapat memberikan keselamatan. Dan selanjutnya, pemazmur menyadari bahwa eksistensi manusia akan sirna manakala manusia kembali ke tanah (mati). Dari alasan manusiawi inilah pemazmur memandang eksistensi manusia terbatas pada ruang dan waktu, sehingga ia tidak menggantungkan harapan dan keselamatannya pada kuasa dan kekuatan manusia.
b. Alasan Ilahi.
Ayat 5-6: “Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,”. Pemazmur menyatakan realita kebahagiaan manusia terletak pada Allah Yakub. Allah Yakub adalah Allah yang dinamis, Allah yang hidup. Dan Allah Yakub adalah Allah yang layak untuk dijadikan penolong hidup manusia. Harapan hidup pemazmur digantungkan sepenuhnya kepada TUHAN. Mengapa demikian? Karena penciptaan langit dan bumi, laut dan segala isinya menjadi bukti bahwa Allah menciptakan kehidupan. Allah adalah Allah yang konsisten, dimana Ia tetap setia untuk selama-lamanya. Konsistensi kesetiaan Allah tidak terbatas pada ruang dan waktu dan dengan demikian memantapkan pemazmur untuk memfokuskan kehidupannya kepada Tuhan.
2. Seluruh hidup (sepanjang hidup) dipersembahkan untuk Tuhan.
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,
Pada ayat 7-10 pemazmur menyatakan: Tuhan menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, memberi roti kepada orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang yang terkurung, membuka mata orang buta. Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, mengasihi orang yang benar. Tuhan menjaga orang asing, anak yatim dan janda ditegakkanNya kembali. Tuhan membengkokkan jalan orang fasik dan Dia berdiri sebagai Raja atas kehidupan manusia.
Tuhan yang berada dalam kondisi transenden, Tuhan yang begitu mulia dan suci tidak pernah meninggalkan manusia. Tuhan melihat penderitaan-penderitaan yang dialami manusia dan selanjutnya Ia melakukan aksi nyata melepaskan belenggu-belenggu penderitaan manusia. Ia melakukan karya nyata demi mengangkat harkat dan martabat manusia yang telah jatuh akibat adanya penindasan, kelaparan, ketidakadilan, penjajahan dan lain sebagainya. Melalui karya nyata Tuhan inilah, manusia ditempatkan kembali ke dalam kemuliaannya. Keberpihakan Tuhan terhadap penderitaan manusia membuktikan betapa Tuhan mengasihi hidup manusia.
Sekarang manusia berada dalam kemuliaan dan bermartabat manusia. Lalu bagaimanakah tanggapan manusia terhadap karya nyata Tuhan tersebut? Berkaitan dengan pilihan hidup, idealnya manusia yang telah dimuliakan Tuhan memilih memfokuskan hidupnya untuk Tuhan. Hidup yang terfokus pada Tuhan adalah hidup yang melaksanakan karya Tuhan di dunia. Hidup yang terfokus pada Tuhan adalah hidup meneladani Dia dengan berpihak pada manusia-manusia menderita. Hidup yang terfokus pada Tuhan adalah hidup yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kondisi inilah yang patut disyukuri manusia. Dan ungkapan syukur atas kondisi manusia yang demikian mulia, setidaknya dilakukan dengan berpihak pada manusia-manusia yang menderita seperti yang dilakukan Tuhan. Ungkapan syukur kepada Tuhan seharusnya tidak terbatas ruang dan waktu, karena Tuhan adalah Tuhan yang tetap setia selama-lamanya. Dengan demikian dalam hidup manusia idealnya terbangun fondasi iman yang kuat dimana fokus kehidupan adalah Tuhan. Dan dengan menyadari karya Tuhan yang begitu besar dalam hidup manusia seharusnya direspon dengan berpihak pada penderitaan manusia sebagai ungkapan syukur atas kasih Tuhan.
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,
Melalui Mazmur 146:1-10 khususnya ayat 2, saat ini kita diajak pemazmur untuk mengambil sikap yaitu dengan pertama memfokuskan hidup kita pada Tuhan. Dengan menyadari bahwa kekuatan maupun kekuasaan di dunia ini tidak ada satupun yang dapat mendatangkan kebahagiaan maupun keselamatan, maka hanya Tuhanlah harapan atas keselamatan dan kebahagiaan yang sejati. Karena Tuhan adalah setia adanya kepada kita manusia ciptaanNya.
Kedua menyadari keberadaan kita sebagai orang percaya maupun kita sebagai gereja, maka kita tidak bisa hidup lepas dari dunia tempat kita berada. Dunia di sekitar kita penuh dengan ketidakadilan, manusia yang kelaparan, manusia yang terkurung, manusia yang buta, manusia terpenjara dan lain sebagainya. Karya Tuhan nampak dalam hidup mereka dimana Tuhan telah mengembalikan harkat dan martabat mereka sebagai manusia. Keberadaan manusia yang menderita menjadi media bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan. Dengan memfokuskan hidup kepada Tuhan berarti berpihak kepada manusia-manusia yang menderita.
Selasa, 02 Juni 2009
KHOTBAH SULUNG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blogumulus by Roy Tanck and jide-theater
1 komentar:
tm610 fake designer bags xz883
Posting Komentar